Suka bingung sama temans yang udah pada merit, alhamdulillah sih udah pada ketemu ma jodohnya. Rasa bingung ini sebenarnya ditujukan pada pernikahan itu sendiri,, rasanya aneh ga sih menjalin dan membagi kehidupan pada seorang pria,
Dimulai dari pacaran ya, menurutku, pacaran itu salah satu fenomena yang membingungkan, gimana seseorang bisa memilih orang lain yang akan dipacarinya, apakah ia sahabatnya? Lucu membayangkan pria yang tadinya sahabat trus dijadiin pacar, normalnya yang namanya sahabat kan ga ada matinya tuh, mau lagi cantik ataupun lagi ngebetein tetep aja sahabat, kalau akhirnya jatuh cinta pada sahabat itu, apa ga namanya salah pengertian? beneran cinta atau kebablasan?
yang lucu lagi kalau jatuh cinta sama guru or dosen, katanya cinta tidak mengenal usia maupun status kan, tapi apa itu namanya ga salah pengertian lagi? kepada guru or dosen adanya juga rasa kagum, model dan mungkin inspirator, tapi apakah itu beneran cinta?
tapi kalau menikah kepada pria yang hampir tidak dikenal, itu namanya tebak- tebakan, kalau entar akhirnya cinta, atau sekedar apaboleh buat dapetnya itu,.... untung- untung cakep, jadi tiap hari ga terkejut ngeliat muka suami, aha ha ha ha.....
ehem....,
well, aku akui aku belum pernah jatuh cinta, karena sampai sekarang aku ga tahu apa yang bisa dijadikan alasan untukku agar jatuh cinta pada seseorang.
Banyak Pria cakep n keren di sekitarku, yang type-ku juga ada, yang enak diliatin juga ada, tapi tetep bukan cinta. BTW, di kamusku keren itu memiliki pengertian yang berbeda dengan kamus pada umumnya lho ya, ga sekedar tampang atau gayanya aja, tapi bagaimana dia berpikir, bagaimana ia menyikapi sesuatu, bagaimana ia memperlakukan sesuatu dan bagaimana ia melihat sesuatu adalah poin utama apakah ia keren atau tidak.
jadi kalau ortu nyinggung-nyinggung soal menikah.... rasanya kata- kata itu masih aneh banget
bisa jadi setelah aku menikah nantipun aku masih tidak mengenal apa itu cinta sesungguhnya.
apa lagi ditambah cerita- cerita dari film or buku, cinta itu semakin menjadi misteri bagiku
tentunya aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta itu, cinta yang benar- benar cinta bukan cinta monyet, dan bukan cinta- cintaan melainkan cinta yang bisa membuatku memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan...
Dimulai dari pacaran ya, menurutku, pacaran itu salah satu fenomena yang membingungkan, gimana seseorang bisa memilih orang lain yang akan dipacarinya, apakah ia sahabatnya? Lucu membayangkan pria yang tadinya sahabat trus dijadiin pacar, normalnya yang namanya sahabat kan ga ada matinya tuh, mau lagi cantik ataupun lagi ngebetein tetep aja sahabat, kalau akhirnya jatuh cinta pada sahabat itu, apa ga namanya salah pengertian? beneran cinta atau kebablasan?
yang lucu lagi kalau jatuh cinta sama guru or dosen, katanya cinta tidak mengenal usia maupun status kan, tapi apa itu namanya ga salah pengertian lagi? kepada guru or dosen adanya juga rasa kagum, model dan mungkin inspirator, tapi apakah itu beneran cinta?
tapi kalau menikah kepada pria yang hampir tidak dikenal, itu namanya tebak- tebakan, kalau entar akhirnya cinta, atau sekedar apaboleh buat dapetnya itu,.... untung- untung cakep, jadi tiap hari ga terkejut ngeliat muka suami, aha ha ha ha.....
ehem....,
well, aku akui aku belum pernah jatuh cinta, karena sampai sekarang aku ga tahu apa yang bisa dijadikan alasan untukku agar jatuh cinta pada seseorang.
Banyak Pria cakep n keren di sekitarku, yang type-ku juga ada, yang enak diliatin juga ada, tapi tetep bukan cinta. BTW, di kamusku keren itu memiliki pengertian yang berbeda dengan kamus pada umumnya lho ya, ga sekedar tampang atau gayanya aja, tapi bagaimana dia berpikir, bagaimana ia menyikapi sesuatu, bagaimana ia memperlakukan sesuatu dan bagaimana ia melihat sesuatu adalah poin utama apakah ia keren atau tidak.
jadi kalau ortu nyinggung-nyinggung soal menikah.... rasanya kata- kata itu masih aneh banget
bisa jadi setelah aku menikah nantipun aku masih tidak mengenal apa itu cinta sesungguhnya.
apa lagi ditambah cerita- cerita dari film or buku, cinta itu semakin menjadi misteri bagiku
tentunya aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta itu, cinta yang benar- benar cinta bukan cinta monyet, dan bukan cinta- cintaan melainkan cinta yang bisa membuatku memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan...
0 comments:
Post a Comment